Lepaskan dulu dasimu, Tuan! Baru kita bicara..

Jangan bicara tentang moral padaku, tuan. Meski anda berdasi. Jangan berceramah tentang kesopanan jika anda masih berjas, tuan. Lepaskan dulu dasi anda, barulah kita bicara.

Anda marah? atau tersinggung? kenapa? Apakah anda merasa saya tidak menganggap tuan sebagai orang hebat dengan dasi anda? apakah anda merasa jengkel karena saya terlihat muak melihat anda berjas rapi? Apakah saya iri melihat anda naik mobil mewah?

tidak, tuan! sama sekali bukan itu. Saya senang anda bisa berdasi. Saya turut bahagia anda berjas rapi. Dan saya bangga, anda bisa mempunyai mobil mewah.


Namun, tolong. Jangan bicara moral kepada saya. Jangan bicara kemanusiaan dengan segala kemewahan anda. Tolong... lepaskan dulu dasi anda. Tanggalkan jas kebesaran anda. Duduklah bersama kami. berkumpul bersama. Minum kopi bersama. Jadilah seperti kami. Pahami kami.
Baru kami akan berpendapat, bahwa anda memang pantas bicara tentang moral kepada kami.

(cerita tentang bagian dari kami, yang melupakan asal usulnya)

Bagikan

Jangan lewatkan

Lepaskan dulu dasimu, Tuan! Baru kita bicara..
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

6 komentar

Tulis komentar

jangan lupa tinggalkan komentarnya ya. kritik dan saran di tunggu. terima kasih atas kunjungannya..

Rekomendasi