MENGATASI ERROR SAAT SINKRON DAPODIK 2020

Deadline untuk melakukan sinkron Dapodik versi 2020 yang di rilis pada bulan 19 Agustus 2019 kemarin memaksa kami para operator sekolah untuk "bekerja keras" lebih di bandingkan dengan melakukan sinkron seperti versi-versi sebelumnya.

kenapa? why? 

Karena kendala umum yang harus dilewati dan diterabas, seperti spesifikasi komputer agak wow juga masalah rebutan kuota sebab kudu online pada jam-jam sibuk, sekarang muncul permasalahan dan musuh baru. Apa itu wahai saudara-saudara?

nih masalah nya..

di situ tertulis begini kurang lebih :

Fatal error: Uncaught Error: Class 'Sync' not found in C:\Program Files (x86)\Dapodik\dataweb\synch_dikdas\index.php:0 Stack trace: #0 {main} thrown in C:\Program Files (x86)\Dapodik\dataweb\synch_dikdas\index.php on line 0

Pernah mengalami?

Kalau tidak, Alhamdulillah...

Kalau belum, silahkan bersiap-siap tanya teman operator lainnya atau persiapan cari di mbah Google.

Browsing ke sana kemari nemu beberapa solusi :

Cara Pertama :
Lakukan pembersihan atau istilah keren nya clearing history cache. Untuk caranya bisa di lihat di sini :

(LINK BELUM BUAT)

cara pertama berhasil? kalau belum lakukan pe-mencet-an tombol F5 atau Refresh... Ga bisa juga? Restart komputer atau laptop kamu.

Cara Kedua :
kamu, kamu ya kamu... silahkan keluar dari aplikasi Dapodik versi 2020 nya kemudian login kembali.
Kemudian lakukan tabulasi lagi sebelum melakukan sinkron Dapodik nya.

................. 

Nah.. jika kedua cara tersebut atau salah satu nya bisa, berarti memang harus dan perlu dilakukan.
Jika tidak, berarti ada solusi terakhir yang benar-benar harus kamu lakukan.

Cara Ampuh mengatasi saat error sinkron Dapodik versi 2020 adalah tutup laptop atau komputer kamu, cari dompet kamu, periksa isi nya. Jika memang berisi uang (bukan tagihan) segera cari teman untuk NGOPI BARENG. Karena banyak hal yang menyebabkan operator tidak bisa melakukan sinkron Dapodik.
Salah satu nya lelah pikiran, lelah keuangan dan lelah perangkat nya ^_^


nb :
postingan ini adalah solusi "menyesatkan" tetapi jika anda tidak menyukai tulisan saya, silahkan di tutup. Tapi jika sudah terlanjur baca sampai habis, yaah...bagaimana lagi. Namanya juga sudah terlanjur.





Baca selengkapnya

Catatan Harian R. 11 Bagian 2

Senin,  3 Juni 2019. RS Saiful Anwar (Pukul 20.07 wib)



Malam ini merupakan hari terakhir sholat terawih. Aah... Tak terasa 10 hari sudah bermalam di rumah sakit. Sepertinya untuk tahun ini terpaksa berlebaran di Rumah sakit.
Ruang 11 kini banyak di isi orang-orang baru dari berbagai tempat,  dan berbagai cerita.
........

Baca selengkapnya

Catatan Harian R. 11 bag. 1

31 Mei 2019 (RS Saiful Anwar, 22.08 wib)


Hari ke tujuh di RSSA - Malam ini suasana begitu lenggang dari malam sebelumnya. Tidak ada suara kendaraan, tangis anak kecil, bunyi roda kereta dorong, begitu sepi. Kereta keranda jenasah pun tidak terlihat mondar mandir seperti biasanya. .... Malam ini bertambah satu keluarga lagi yang pulang. Tak seperti keluarga yang lainnya, mereka pulang dengan ekspresi dingin. Entah apa yang terjadi. .... Ruang 11, kami menyebutnya, merupakan tempat melepas lelah, saling sharing berbagai cerita, dan bercanda untuk sekedar meringankan suatu ujian.....
Baca selengkapnya

Kisah Perjuangan Naja Dalam Menghafal Alquran Rasanya Patut Dicontoh

jabar.tribunnews.com

Bagaimana tidak, di tengah keterbatasan fisiknya, Naja mampu menghafal Alquran hingga 30 Juz. Naja, anak berusia 9 tahun yang mengalami lumpuh otak ini tampil dalam program Hafiz Indonesia 2019, RCTI. 

Dalam sebuah video yang diunggah akun Hafiz Indonesia pada 3 Mei 2019, diketahui Naja yang berasal dari Mataram, telah menghafal Alquran dari umur 3,5 tahun.

Awalnya, presenter Irfan Hakim bertanya kepada Naja, "Naja tuh umur berapa?" Naja yang duduk di kursi roda langsung menjawab, umurnya sembilan tahun. Meskipun wajahnya mengarah ke Irfan Hakim, tatapan Naja beberapa kali terlihat kosong.


Irfan Hakim kemudian bertanya lagi. "Menghafal Quran-nya sudah berapa lama? Dari umur berapa?" ujarnya. Mendengar pertanyaan itu, Naja yang mengenakan busana muslim berwarna biru muda lalu mengarahkan kepalanya ke atas. Ia tampak seperti sedang mengingat-ingat.
Kemudian, dia menjawab, "dari umur 3,5 tahun sampai 9 tahun."
"Dari umur 3,5 tahun sampai 9 tahun?" timpal Irfan Hakim.
Irfan Hakim pun kembali bertanya. "Kak Irfan boleh tahu enggak? Sudah berapa Juz hafalnya?" ujar Irfan. "Tiga puluh," jawab Naja.


jabar.tribunnews.com

Irfan Hakim yang mendengar jawaban itu langsung menoleh ke arah penonton sembari tersenyum. Gemuruh tepuk tangan langsung terdengar. Beberapa orang tampak berkaca-kaca. 


jabar.tribunnews.com

"Untuk menghafal Alquran tuh perlu perjuangan ya," ujar Irfan. "Kamu berjuang menghafal sampai kurang lebih enam tahun." "Alhamdulillah sudah 30 Juz," lanjut Irfan Hakim.

Naja kemudian menjawab, "ya." Irfan Hakim langsung mencium kepala Naja. "Inilah Naja, salah satu peserta Hafiz Indonesia tahun ini, dengan hafalan 30 Juz Alquran," ujar Irfan Hakim, suaranya terdengar bergetar. Irfan Hakim lalu bertanya kepada seorang perempuan dewasa yang duduk bersama penonton lainnya.

"Mba, sebetulnya apa yang terjadi dengan Naja?," ujarnya. Perempuan itu pun menceritakan mengenai lumpuh otak yang dialami Naja. Dia mengatakan, Naja mengalami cerebral palsy. "Namanya lumpuh otak, jadi sebagian sel saraf otaknya yang mengatur motorik itu rusak. Jadi semua hal yang berhubungan dengan gerakan itu tak bisa (dilakukan dengan baik)," ujar perempuan berkerudung tersebut.

Irfan bertanya, apakah penyakit itu bisa diketahui sejak dini. Perempuan itu mengatakan, agak sulit mengetahui penyakit tersebut sejak dini. "Agak sulit (diketahui secara dini), karena dengan gerakan. Biasanya bayi baru lahir itu kan ada gerakan refleksnya. Misalnya, dia akan seketika ngangkat leher, kepala miring-miring, miring kiri, miring kanan, Naja itu enggak bisa," ujarnya.

Lebih lanjut, perempuan itu mengatakan, Naja lahir secara prematur. Sampai umur enam bulan, Naja hanya bisa telentang. "Tapi kata dokter (awalnya bilang) anak ibu enggak apa-apa karena dia prematur. Lama-kelamaan, ini kenapa kok foto waktu kecilnya telentang semua.

Ternyata pas kita angkat bawa ke mana-mana kita tuh selalu pegang lehernya, jadi lemes banget," kata perempuan itu. Kemudian, perempuan itu mengatakan, leher Naja mulai tegak pada umur 1,5 tahun. Lalu, mulai bisa duduk pada umur 2,5 tahun. "Bisa bangun dari tempat tidur itu umur 3,5 tahun," ujarnya. Perempuan itu mengatakan, Naja masuk lumpuh otak dalam kategori sedang lantaran kedua kaki dan tangannya juga kaku.

Irfan pun berkata, "tapi Subhanallah Alquran ada di memorinya, 30 Juz."


jabar.tribunnews.com

"30 juz alhamdulillah kak Irfan, alhamdulillah," jawab perempuan tersebut. "Bagaimana dengan kita yang bisa melihat bisa mendengar bisa berkegiatan apapun, untuk apa kenikmatan itu," ujar Irfan Hakim.

Irfan Hakim kemudian mengucapkan terima kasih kepada Naja.


Baca selengkapnya

Rekomendasi