Perjuangan belum berakhir


"ayo ndang budhal!" kata mas ipan sewaktu melihatku masih ogah-ogahan buat berangkat. "jek ngantuk mas..hoaemm.." jawabku sambil menguap. terang saja masih mengantuk, semalaman begadang buat bantuin teman yang mau mengajukan proposal pengajuan dana.

"Robi durung nyusul?" timpal Mbak indra, istri dari mas Ipan. "Belum..jarene mau kasih senam dulu buat anak-anak".

Tunggu dan tunggu akhirnya datang juga temenku satu itu. "(disensor) !!... di sms ra nggenah karo ms bowo!" kata robi. "emange areke sms opo?" tanya mas ipan.




"Jarene sekolahan kudu ndang di buyarno ae. arek-arek di suruh ndang bubar". kami tertawa bareng mendengar protes dari temenku itu yang menurutku unik.

Bagaimana tidak, dengan sikapnya yang terkadang buat senewen (apalagi yang namanya ms Ipan) he he he piss.. tapi sikap solidaritasnya tinggi banget.

Pagi itu. Selasa, 20 Oktober 2009 kami (sukwan GTT dan PTT) berangkat ke Pendopo Kabupaten Malang untuk memenuhi Undangan dari (yang katanya) Bapak Bupati Malang.
Dengan semangat '45 kami berangkat menuju ke tempat undangan dengan berbagai macam "imajinasi"..."angan-angan"...
tepat pukul 08.45 wib kami tiba. ternyata sudah banyak sekali yang datang. "Waah..ternyata guru sukwan banyak banget ya" kata orang disebelahku. "Iya mas, kalau ndak salah sekitar 5835 sukwan sekolah dasar untuk tingkat kabupaten Malang" jawabku."Ni pada datang semua ta?" tanya dia.

"Ga tau mas. mungkin juga. Soale aku juga tadi sempat ketemu GTT dan PTT dari Ngantang juga.

Benar-benar siang yang panas. Panasnya matahari karena global warming plus ibuan sukwan datang dari seluruh daerah kota Malang, membuat semakin gerah dengan baju kekiku. ffuhh.. untungnya yang bawahan ga pake keki juga. bicara tentang pakaian, jadi pingin tertawa sendiri.
Begitu sampai didepan Pendopo Kabupaten, parkir motor dan masuk ke dalam. begitu melewati pos satpam, ada petugas yang menghentikan. "Eh...pak, ini acara buat sukwan GTT dan PTT saja. bukan untuk umum".

"Ladalah..nih pak satpam" gumanku. Aku langsung buka jaket dan tunjukkan seragamku. "ni saya juga datang buat penuhi undangan pak" kataku sedikit protes.
"Maaf pak..soalnya ga keliatan kalau sukwan juga seperti yang lain" kata petugas satpam itu. "Jaketnya boleh dipakai lagi" sambungnya.

duh..gusti..bisa-bisanya. untung bukan di sangka teroris yang menyusup.tapi ya salah aku sendiri.dalam undangan tertulis "memakai seragam keki". naah..lha yang kupakai malah atasane doank, tapi bawahe malah pake jeans. ga nyambung blas he he he..

"Nyentrik temen pakaian pean, mas?" tanya koordinasi kami di tingkat kecamatan. "iya, soale, biar keliatan kalo orang lapangan" jawabku sambil tertawa. "aneh-aneh ae pean iku.." kata koordinasi kami sambil geleng-geleng kepala.
***
Hari semakin siang. namun tidak ada tanda-tanda tentang kemunculan bapak Bupati itu. "Panas banget, cari minum yuk?" ajak mbak Indra. "iyo mas, gerah banget" timpal Robi.
kamipun pergi ke cari minum. puter-puter cari harga kopi yang pas banget buat saku (maklum kemarin sudah tanggal tua bagi kami yang berkerja sebegai sukwan he he he he)
Rp. 5000..Rp. 3500...Rp. 2500... hduh secangkir kopi harga segitu? puter-puter.. akhirnya nemu juga harga yang pas. di kantin pendopo.
"sebenere kita ke sini mau apa tho mas?" tanyaku memulai pembicaraan sambil menunggu pesenan minum datang. "Kita tuh kemarin dapat undangan dari Bapak Bupati untuk datang kesini.. Rencanae ada info buat CPNS gitu" kata mas ipan.
"Oh..gitu, tapi tentang intensif itu gimana mas. kesanne ga beraturan banget. ada yang dapat. ada yang enggak padahal masa kerjanya udah lama. trus yang lebih menjengkelkan, belum kerja eeh..tau-tau udah nerima intensif" tanyaku sedikit protes.
"ada lagi, yang nyabang-nyabang itu lho. sini situ dapat juga. di dinas dapet. depag juga dapet juga" timpal Robi.

"Iyo..tapi ojo protes nang aku!" kata mas ipan. kami tertawa bareng.
****
"Sebenarnya dana intensif itu ada. Dana itu di adakan karena merupakan dana bantuan buat kesejahteraan GTT dan PTT. Cuma saja.. dengan adanya intensif di suatu daerah itu bukan berarti kelebihan dana, sedangkan anggaran pendidikan 0%"
(to be continued....)

Tentang teman-temanku :

Robi :
Sikap kerja kerasnya yang begitu tinggi karena harus membiayai sekolah adiknya, terkadang membuatku begitu iri.
Di waktu pagi mengajar di salah satu SD Negeri di Pakisaji dan setelah pulang mengajar dilanjutkan kerja sebagai pedagang asongan. Wuih.. bener-bener ga mengenal waktu. Libur hanya jika sakit atau ada keperluan lain. Dan hal itu dilakukannya mulai duduk di bangku sekolah dasar sampai sekarang kuliah.

Ms Ipan :
sikapnya yang selalu buat BT banget orang lain jadi buat aku g bisa berkomentar banyak tentang makhuk yang satu ini. G pernah serius kesannya. Namun dibalik sikapnya yang naudhzublillah..selalu menjengkelkan, sikap kedewasaannya selalu menjadi tempat pelarian berkeluh kesah dan meminta saran bagi teman-temannya.

Mbak Indra :
Istri dari mz Ipan dan teman kerjaku di sebuah sekolah dasar.

Ikhsan :
Orange nyante. Asyik diajak ngobrol dan terkadang bisa dimintai saran meski usianya terpaut dibawahku. Oi...kmana ajanih ga pernah keliatan batang idungnya. Beberapa hari ini menghilang. Mungkin sibuk dengan aktivitas kuliah dan kerjanya. atau mungkin lagi sibuk-sibuknya nyiapin acara pernikahannya? hehehe. denger-denger ada yang mau dilamar nihh..
*****

Bagikan

Jangan lewatkan

Perjuangan belum berakhir
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

9 komentar

Tulis komentar

jangan lupa tinggalkan komentarnya ya. kritik dan saran di tunggu. terima kasih atas kunjungannya..

Rekomendasi