Dana Tunjangan Profesi Guru Aman

tunjangan profesi guru 2016
Pencairan Dana tunjangan profesi guru (TPG) tahun 2016 atau populer di kalangan guru dengan sebutan tunjangan fungsional, diyakini tidak akan berpengaruh terhadap pencairan tunjangan profesi guru tahun 2016 karena sejumlah anggaran yang dihentikan pemerintah pusat. 
Karena itu, guru di Pemkot Malang, Kabupaten Malang maupun Kota Batu diminta tidak perlu cemas. Dana tunjangan profesi guru di Kota Malang dijamin Wali Kota Malang M. Anton. Dia mengaku dana tersebut masih aman dan akan tetap disalurkan kepada para guru. ”Penyalurannya dijamin tetap aman hingga Desember 2016,” ujarnya kemarin. Orang nomor satu di Kota Malang itu menegaskan, Kota Malang tidak terdampak tentang rencana penghentian penyaluran dana tunjangan profesi guru. Kondisi ini dikarenakan masih ada sisa anggaran tunjangan profesi guru tahun 2015. Anggaran sisa tersebut masih bisa digunakan untuk penyaluran dana tunjangan profesi guru dan dana tambahan penghasilan tahun anggaran 2016 ini.




”Semuanya akan disalurkan sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya sehingga tidak perlu dicemaskan,” ucapnya. Penghentian penyaluran dana tunjangan profesi guru dan dana tambahan penghasilan ini termuat dalam surat Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementrian Keuangan No S-579/PK/2016, tertanggal 16 Agustus 2016. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Malang Sapto P Santoso menyebutkan, sesuai Perpres No 137/2016, Kota Malang, mendapatkan alokasi dana untuk tunjangan-tunjangan tersebut senilai Rp. 167 miliar. Dari alokasi anggaran tersebut, yang sudah ditransfer mencapai Rp. 50 miliar. ”Para guru diminta tidak perlu resah dan khawatir. Anggaran yang ada masih mencukupi untuk kebutuhan penyaluran dana tunjangan profesi guru, dan dana tambahan penghasilan sekitar 3.600 orang guru,” paparnya. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kota Batu Mistin juga menjamin tambahan penghasilan pendidik (TPP) senilai Rp23 miliar yang belum sempat dicairkan hingga akhir 2015 aman tersimpan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kota Batu. Menurut Mistin, pencairan TPP untuk guru TK-SMA yang sudah memegang surat keputusan (SK) dari kementerian pendidikan tentang sertifikasi guru dilakukan setelah penetapan Perda Perubahan APBD Kota Batu tahun 2016. ”Tidak perlu risau dengan kekurangan pembayaran TPP tahun 2015. Pemkot Batu pasti mencairkannya. Tahun kemarin pencairannya dihentikan sementara. Karena ada kendala administrasi di tingkat pusat,” katanya. Menurut Mistin, sekarang muncul surat instruksi dari pemerintah pusat bahwasanya Silpa TPP 2015 harus segera dicairkan untuk para guru. Pemerintah pusat melarang pemda menggunakan silpa TPP tahun kemarin untuk membiayai pembangunan daerah. Saat ini jumlah guru PNS di Kota Batu berhak menerima TPP diperkirakan mencapai 1800 orang. Untuk jumlah TPP yang harus dibayar pemerintah mencapai Rp23 miliar untuk triwulan 1 dan 2. ”Kadang jumlah pencairan TPP berubah setiap triwulannya. Karena ada guru yang tidak mendapatkan jam mengajar 24 jam per minggunya,” ungkap Mistin. Dinas Pendidikan Kabupaten Malang juga menjamin kegiatan proses belajar-mengajar tidak akan terganggu dengan rencana pemotongan tunjangan profesi guru. Kepala Dinas Pendidikan Budi Iswoyo mengklaim tenaga pendidik (guru) masih tetap eksis dalam melakukan kegiatan belajar-mengajar. ”Kecuali menghapus tunjangan profesi guru mungkin berpengaruh ya ? Tapi kalau hanya memotong sebagian anggaran dari pusat, saya jamin tidak ada dampaknya,” kata Budi Iswoyu. Anggaran yang dibutuhkan untuk 11.770 guru Rp.103 miliar dan anggaran tersebut masih tersedia pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA).
Untuk pencairan sertifikasi guru baik yang negeri maupun yang swasta, selama 2 triwulan ke depan belum ada masalah bahkan masih tersisa. Budi menambahkan, kebutuhan untuk setiap triwulannya untuk sertifikasi guru yang berjumlah 11.770 orang dibutuhkan dana Rp. 103 miliar. ”Guru atau tenaga pendidik tidak perlu khawatir dengan rencana yang bakal dilakukan pemerintah pusat,” katanya. Kasek SMAN 1 Lawang, Supaat Latief, mengatakan hampir semua guru tidak begitu gelisah dengan rencana pemotongan tunjangan profesi guru yang dilakukan Menteri Keuangan. Dia mengaku tekadnya hanya konsentrasi pada peningkatan kualitas pendidikan sehingga untuk sementara mengabaikan saja rencana Menkeu tersebut. ”Sebenarnya uang tunjangan profesi guru ada kaitan dengan peningkatan mutu atau SDM. Namun, kalaupun harus dipotong tidak masalah,” tandasnya.

(sumber)

Bagikan

Jangan lewatkan

Dana Tunjangan Profesi Guru Aman
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

jangan lupa tinggalkan komentarnya ya. kritik dan saran di tunggu. terima kasih atas kunjungannya..

Rekomendasi